0

I'M ALIVE

Posted by Pelangi Jingga on 16:20
Tak terasa, sudah cukup lama aku berdiri tanpamu. Terasa tidak adil, tapi sekarang aku tak mau ambil pusing. Mungkin, aku sudah mulai bisa mengikhlaskanmu pergi. Aku harus memulai hari baruku... SENDIRI, my OWN NEW DAY... sometimes I do really miss you, but I will try to forget that feeling. Kadang merasa ingin membuatmu merasa bangga padaku, tapi kadang ada saat di mana aku ingin membuatmu "menyesal" menelantarkan aku. Tapi... kau pasti bukannya sedih, tapi bangga... nah... aku yang bingung sekarang. Yang ada di dalam pikiranku sekarang hanyalah mimpiku... Aku benar-benar ingin melupakanmu sekarang. Aku ingin marah pada diriku sendiri. Karena tidak pernah mau menyadari bahwa kau sudah tidak lagi peduli padaku.

Alloh, please give me your guidance...

0

gadis hujan, ksatria, dan bintang jatuh...

Posted by Pelangi Jingga on 07:43
part 1
gadis hujan akhirnya menemukan kitab sakti yang selama ini dia cari,
kitab yang sama dengan milik bintang jatuh...
sebaik apapun gadis hujan menyembunyikan cahaya ke 7 milik bintang,
dia hanyalah gadis hujan yang selalu memadamkan lilin juga api...

bintang pergi, sebagaimana dia harus kembali ke angkasa,
tinggal kitab sakti,
gadis hujan, benar-benar hujan,
selalu mengingat, bagaimana mereka begitu menyukai hujan...

#buku ini aku beli karna aku ingin Sukses dan Hebat"
Jogja, 7 April 2012

inspired by: Dee (Putri, Ksatria, dan Bintang Jatuh)

0

Satu Bintang

Posted by Pelangi Jingga on 16:22 in
kupetik satu bintang untukmu,
semoga sinarnya temani tidurmu...
kuraih jemari tanganmu yang menghangat oleh bintang,
adakah kau tetap tinggal?

telah ku petik satu bintang untukmu,
agar sinarnya selimuti hatimu,
berharap menahanmu di sini...
di sampingku...

tapi aku tahu, aku tak kuasa...
biarlah bintang itu temani dirimu selalu...
jadi sahabat setiamu, menyaksikan kemenangan-kemenangan yang kau tegakkan...
jadi biarlah bintang itu,
agar aku merasa bisa melihatmu dari sini,

ini bukan rumus fisika... F1=F2
rasa sayang 1= rasa sayang 2
bukan pula, "semakin besar rasa cinta, semakin cepat keduanya menikah"
tidak juga cinta yang diam itu diam, dia bergerak...

0

Kamu

Posted by Pelangi Jingga on 22:55 in
tersudut oleh kata-kata mu, kekanak-kanakan...
meraba-raba pikiranku, kemudian berprasangka...

aneh...
kenapa cinta bisa begtu saja menjadi benci, seolah-olah,
kesedihanku adalah bahagiamu...
ahhh... mungkin kau kira, dengan cara mu yang menyebalkan itu, kau berusaha membuatku bertekuk lutut mengemis cintamu...

habis...
telah habis kesabaranku, dan ketika semua kebencianmu menjadi nyata, jangan salahkan aku...

aku...
aku percaya, DIA tak diam, hanya menguji kesabaranku...
apakah aku bisa bersabar menunggu yang terbaik untukku...

dan ketika kau tertawa di atas pedihku...
satu hal yang pasti, aku tak peduli...
dan ketika kau membuat orang yang penting dalam hidupku menjauh...

aku berteriak...
berteriak sangat keras dalam hatiku, agar seluruh jiwa, hati, fikiran, dan semangatku mengerti...

CUKUP ALLOH BAGIKU!!!

0

Sayembara Esai

Posted by Pelangi Jingga on 16:20
SAYEMBARA CIPTA ESAI MAHASISWA NUSANTARA

“Elemen terpenting kita bukan pada otak. Namun, pada apa yang menuntun otak kita yakni kepribadian, hati, kebaikan, dan ide-ide progresif.” (Fyodor Dostoyevsky, 1821-1881)
Dari petikan kata bijak di atas, menunjukan bahwa elemen terpenting dalam tubuh manusia bukanlah pada otak, namun pada yang menuntun otak yakni kepribadian, hati, kebaikan dan ide-ide progresif. Semua manusia yang menyatakan dirinya sebagai seseorang yang dinamis akan selalu memiliki pemikiran-pemikiran yang dapat memberikan sumbangsih besar pada bangsa dan negara Indonesia. Sebagai intelektual muda, kita diberikan pilihan berat yakni membuat bangsa akan semakin maju dengan kualitas pemikir yang baik atau menjadi bangsa yang hanya akan berpuas diri dengan sebutan masa lalu yakni “Indonesia Bangsa yang Besar”. Kita wajib untuk memilih, guna masa depan bangsa. Indonesia tidak dapat berkembang dan maju ketika para pemudanya hanya berpuas diri dengan kehidupan glamor yang tidak sesuai dengan budaya bangsa.
Menciptakan ide-ide progresif bukan dengan begitu saja akan muncul. Namun penuh telaah pustaka, perlu pemikiran yang matang dan memerlukan analisis yang kuat, untuk menciptakan itu perlu adanya budaya membaca dan  menulis.
Bangsa kita ini tidak hanya membutuhkan kualitas manusia yang hanya dapat berumbar tuturan, namun juga membutuhkan para pemikir yang produktif, kritis, progresif, dan mampu menganalisis secara akurat, serta menuangkannya dalam bentuk tulisan yang otentik. Bangsa yang besar, merupakan bangsa yang bukan hanya memiliki sumber daya yang berlimpah, tetapi juga memiliki para pemikir dan penganalisis sejati untuk membentuk sebuah hasil analisa yang dapat diterapkan di dalam lingkungan masyarakat.
Berangkat dari pemikiran diatas, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto, tergerak untuk turut aktif dalam meningkatkan kualitas intelektual muda bangsa, melalui sayembara penulisan essai tingkat nasional ini. Serta diharapkan melahirkan para penulis muda bangsa yang memiliki wawasan pendidikan luas, memiliki de-ide progresif yang dapat membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berada disekitar masyarakat. Selain itu, melalui sayembara ini bisa mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa di Indonesia untuk selalu berkreasi dibidang kepenulisan dan berjuang demi mencerdaskan kehidupan bangsa, karena bersama mahasiswa jualah cita-cita luhur bangsa akan terwujud.

Hadiah Sayembara
   
 
  1. Juara I mendapatkan Trophy bergilir Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Trophy tetap Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto, uang pembinaan sebesar Rp. 2.500.000, dan sertifikat penghargaan.
  2. Juara II mendapatkan Trophy tetap Rektor Universitas Muhamamdiyah Purwokerto, uang pembinaan sebesar Rp. 2.000.000, dan sertifikat penghargaan.  
  3. Juara III mendapatkan Trophy tetap Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto, uang pembinaan sebesar Rp. 1.500.000, dan sertifikat penghargaan.
  4. 30 karya terbaik akan dibukukan dengan kata pengantar: Eko Prasetyo (Penulis buku orang miskin dilarang sekolah) dan Peserta yang masuk nominator akan mendapatkan masing-masing 2 eksemplar buku kumpulan esai. 





download proposal: http://www.4shared.com/office/DGjDCCH2/SAYEMBARA_ESAI_BEM_UMP.html
FB: Sayembara Esai
Twitter: @sayembaraesai / @wijitukul
CP:  Agnes (085 227 895 764), Najun (089 759 077 44)  Ndies (085 747 566 165)

Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive | Free Blogger Templates created by The Blog Templates